Tradisi Tahlilan

Jan 7, 2014
Posted by Kosasih

1. Pendahuluan

Acara tahlilan yang kedengarannya tak lagi asing di telinga orang Indonesia merupakan salah satu tradisi zaman wali songo yang sampai sekarang masih diamalkan oleh sebagian besar masyarakat. Bahkan ada sebagian orang masih mempercayai bahwa tradisi semacam ini dapat membawa keberuntungan tersendiri bagi yang menyelenggarakannya. Keberuntungan ini bisa berupa ketenangan hati bagi yang berhajat, berlimpahnya rezeki serta menambah rasa kebersamaan antar sesama dan bahkan mampu menambah dekat kepada Sang Pencipta selaku pemberi rezeki.
Namun apabila kita mau jujur, asal usul tradisi ini sebenarnya berasal dari kebudayaan Hindu-Budha yang termodifikasi oleh ide-ide kreatif pada wali songo, penyebar agama Islam di Jawa. Awalnya tradisi tahlilan ini belum ada, sebab masyarakat zaman dulu masih mempercayai kepada makhluk-makhluk halus dan gaib. Oleh sebab itu, mereka berusaha meminta sesuatu kepada makhluk-makhluk gaib tersebut berdasarkan keinginan yang dikehendakinya. Agar keinginan itu terkabul, maka mereka membuat semacam sesajen yang nantinya ditaruh di tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti punden dan pohon-pohon besar.
Melihat kenyataan tersebut, selain menyebar dakwah Islam, para wali songo juga bertekad ingin merubah kebiasaan mereka yang sangat kental akan nuansa tahayyul untuk kemudian diarahkan kepada kebiasaan yang bercorak islami dan realistik. Untuk itulah, mereka berdakwah lewat jalur budaya dan kesenian yang cukup disukai oleh masyarakat dengan sedikit memodifikasi serta membuang unsur-unsur yang berseberangan dengan Islam. Dengan begitu, agama Islam akan cepat berkembang di tanah Jawa dengan tidak membuang mentah-mentah tradisi yang selama ini mereka lakukan.
2. Tahlilan dan Pelaksanaannya
Kata “Tahlilan” berasal dari kata “tahlil” yang dalam bahasa Arab bermakna mengucapkan kalimat thayyibah “Laa ilaaha illallah”, yang berarti tiada Tuhan selain Allah swt. Makna tahlil kemudian berkembang menjadi serangkaian bacaan yang terdiri dari kumpulan dzikir seperti tasbih, tahmid, shalawat, takbir, tahlil dan beberapa bacaan dzikir yang lain, serta ayat-ayat Al-Qur’an dan doa. Oleh karena bacaan tahlil lebih dikenal dan lebih dominan daripada yang lainnya, maka kata tahlilterpilih menjadi nama serangkaian bacaan tersebut. Dengan demikian, rangkaian bacaan inilah yang menimbulkan istilah tahlilan, yang berarti kegiatan berkumpulnya orang-orang di suatu tempat untuk membaca tahlil.
Tradisi tahlilan ini diadakan oleh sebagian besar masyarakat agar orang yang sudah meninggal diterima amalnya di sisi Allah dan mendapat ampunan atas dosanya yang telah diperbuatnya selama hidup di dunia. Hal ini berdasarkan firman Allah.
Artinya: Dan orang-orang yang datang sesudah mereka, mereka berkata, “Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hasyr: 10)
Tahlilan memiliki beberapa tujuan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan bagi keluarga yang melaksanakan saja, namun juga dapat dirasakan oleh para undangan yang menghadirinya. Di antara tujuan tahlilan bagi para undangan yang hadir dalam acara ini adalah:
  1. Menghibur keluarga almarhum/almarhumah
  2. Mengurangi beban keluarga almarhum/almarhumah
  3. Mengajak keluarga almarhum/almarhumah agar senantiasa bersabar atas musibah yang telah dihadapinya.
Adapun tujuan tahlilan bagi keluarga almarhum/almarhumah adalah:
  1. Dapat menyambung dan mempererat tali silaturahmi antara para undangan dengan keluarga almarhum/almarhumah.
  2. Meminta maaf atas kesalahan yang pernah diperbuat oleh almarhum/almarhumah semasa hidupnya kepada para undangan.
  3. Sebagai sarana penyelesaian terhadap hak-hak dan kewajiban-kewajiban almarhum/almarhumah terhadap orang-orang yang masih hidup.
  4. Melakukan amal shaleh dan mengajak beramal shaleh dengan bersilaturahmi, membaca doa dan ayat-ayat al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah.
  5. Berdoa kepada Allah agar segala dosa-dosa almarhum/almarhumah diampuni, dihindarkan dari siksa neraka dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah.
  6. Untuk mengingat akan kematian bagi para undangan dan keluarga almarhum serta dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Tahlilan sudah merupakan tradisi yang sudah dilakoni oleh sebagian masyarakat secara turun-temurun semenjak masuknya Islam di Jawa hingga sekarang ini untuk memperingati waktu kematian seseorang. Tradisi ini diselenggarakan secara berurutan, yaitu mulai malam ketujuh, keempat puluh, keseratus, pendak pisan (satu tahun), pendak pindho (dua tahun) hingga keseribu hari dari wafatnya seseorang. Setelah itu, tahlilan dilaksanakan secara periodik setiap tahun pada tanggal dan bulan kematiannya yang oleh masyarakat lebih dikenal dengan istilah kenduri atau slametan dalam rangka kirim doa, atau juga sering disebut dengan istilah “haul”.
Setelah acara selesai, biasanya yang mempunyai hajat (dalam hal ini adalah tuan rumah atau ahli warisnya) menghidangkan makanan dan minuman kepada para undangan tahlil, bahkan sebelum pulang pun juga diberi berkat (makanan/jajanan yang dibungkus untuk dibawa pulang) dengan maksud bersedekah. Seperti yang sudah disebutkan di atas, tujuan diadakannya tahlilan ialah mengirim doa dan pahala yang diperuntukkan bagi si mayit melalui serangkaian bacaan tahlil dan diteruskan dengan doa agar amal seseorang yang ditahlili (si mayit) diterima dan dosa-dosanya diampuni oleh Allah swt.
Maksud pahala disini bukan hanya berarti balasan dari Allah terhadap seseorang atas ketaatannya menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, namun makna pahala dalam acara tahlilan ini ialah kenyamanan dan kenikmatan atas Rahmat dan Maghfirah Allah swt yang dirasakan seseorang baik diperoleh dari amal salehnya selama hidup di dunia maupun atas pemberian hadiah dari orang lain melalui mengirimkan pahala kepada seseorang yang dituju. Sehingga menghadiahkan pahala dimaksudkan untuk menjadikan ganjaran dari sebuah amal agar dapat dinikmati oleh orang lain yang dituju dan juga dapat dinikmati oleh orang yang membaca itu sendiri.
3. Tahlilan: Bid’ah Atau Bukan?
Tradisi tahlilan ini memang tidak terdapat pada zaman Nabi saw. Lebih tepatnya tradisi ini lebih identik dengan perpaduan antara kebudayaan Jawa Kuno dengan tradisi Islam. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang secara terang-terangan menolak, bahkan menentang tradisi ini. Sebab, mereka meyakini bahwa acara tahlilan merupakan amalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw, sehingga termasuk bid’ah. Dan mereka tak segan-segan menjatuhkan vonis neraka jahannam bagi orang-orang yang tetap mengamalkannya. Mereka merujuk pada sebuah hadits Rasulullah saw yang sangat populer berikut:
و شرّ لأمر محدثاتها وكلّ بدعة ضلالة وكلّ ضلالة في النّار (رواه مسلم و النّساء)
Artinya: “Perkara yang terburuk adalah pembaharuan-pembaharuan, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempat tinggalnya di neraka” (HR Muslim dan Nasa’i).
Namun perlu diingat, para wali songo dalam berdakwah sangat mengedepankan kehati-hatian serta strategi yang jitu dalam misinya menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat Jawa. Sebab, di kala itu kondisi mereka yang masih beragama Hindu dan Budha masih belum mampu merubah total apa yang menjadi kebiasaan dan tradisi mereka, sehingga sangat sulit bagi para wali apabila langsung mengkikis kebudayaan yang mereka lakukan selama itu dalam dakwahnya. Mereka juga tidak sembarangan membuang adat-istiadat yang mereka lakukan serta sangat selektif dan teliti memilah-milah kebiasaan mana yang masih dalam koridor syari’at dan mana yang bertentangan. Sebab apabila para wali songo bertindak gegabah dalam menjalankan misinya, maka agama Islam pun sulit diterima oleh orang Jawa pada waktu itu. Bahkan tak jarang merekapun semakin membenci pada Islam yang justru semakin menghambat berkembangnya agama yang dibawa baginda Rasulullah saw ini. Strategi wali songo ini kemudian diperkuat dengan statement Imam Syafi’i yang dikutip dalam buku “Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam” karangan Ibnu Rajab yang berbunyi:
Bid’ah itu ada dua, yaitu bid’ah hasanah (terpuji) dan bid’ah dhalalah (tercela). Bid’ah hasanah berarti bid’ah yang selaras dengan sunnah, sedangkan bid’ah dhalalah berarti bid’ah yang bertentangan dengan sunnah.
Maka dari itu, definisi bid’ah perlu diluruskan kembali pemahamannya. Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan an-Nasa’i diatas merupakan dasar agama yang sangat urgen dan universal sehingga maknanya masih umum. Akan tetapi, hadits tersebut dibatasi maknanya dengan hadirnya hadits yang lain:
من أحدث في أمرنأ هذا ما ليس منه فهو ردّ (رواه بخاري ومسلم)
Artinya: “Barangsiapa yang membuat pembaharuan dalam agamaku ini dengan hal yang bukan dari-Nya maka ia tertolak” (HR Bukhari Muslim)
عن ابن مسعود موقوفا: ما راد المسلمون حسنا فهو عند الله حسن وما راد المسلمون قبيحا فهو عند الله قبيح (أخرجه أحمد)
Artinya: Dari Ibnu Mas’ud ra: “Apa yang menurut kaum muslimin baik maka menurut Allah adalah baik. Dan apa yang menurut kaum muslimin jelek maka menurut Allah adalah jelek” (Hadits Mauquf dan ditakhrij oleh Ahmad)
Maksud hadits di atas adalah segala jenis pembaharu-pembaharu yang sama sekali tidak berdasarkan kaidah syara’ maka amalannya ditolak oleh Allah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bid’ah adalah setiap amalan yang dilakukan tanpa ada legalitas syari’at sama sekali, bukan hanya dimaknai dengan setiap amalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw saja.
Memang setiap perbuatan atau amalan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw adalah sunnah dan dianjurkan untuk diamalkan oleh umat Islam, namun bukan berarti segala apa yang sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh beliau disebut bid’ah seperti yang telah dinashkan pada hadits yang pertama tadi. Dicek terlebih dahulu apakah amalan yang tidak dicontohkan oleh beliau masih terkandung nilai-nilai yang selaras dengan sunnah atau tidak sama sekali. Bila ditemukan suatu hal yang mana bid’ah lebih banyak daripada sunnah, maka perlu dibenahi kembali amalan tersebut, apakah masyarakat masih memerlukan dan sangat berat untuk meninggalkan amalan tersebut ataukah tidak. Jika masih diperlukan, maka perlu memodifikasi kembali agar sesuai dengan sunnah, bukan malah membuangnya mentah-mentah kecuali jika benar-benar dilarang oleh hukum syara’ dan mengandung madharat yang besar.
Lalu bagaimana dengan pelaksanaan tahlilan ini? Apakah ada dasar syari’atnya ataukah tidak? Hal tersebut hingga saat ini masih dalam permasalahan perbedaan pendapat (khilafiyah) dan sukar untuk memutuskan hukum yang pasti yang status hukumnya bersifat universal. Karena masing-masing kelompok bersikukuh mempertahankan pendapatnya masing-masing yang sama-sama merujuk pada nash yang sama, yakni Al-Qur’an dan Hadits. Kalaupun tahlilan tidak pernah dilakukan pada masa kehidupan Rasulullah, maka harus dikaji dan diteliti kembali apakah pelaksanaan tahlilan mengandung nilai-nilai yang dibenarkan syara’ ataukah tidak. Yang jelas, tradisi tahlilan ini dirintis oleh para wali songo yang hingga saat ini masih dianggap sebagai generasi tabiit tabiien yang sangat diacungi jempol keberadaannya dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Jika tahlilan dianggap bid’ah sehingga pelakunya diancam neraka, maka seharusnya dari dulu-dulu wali songo sudah menentangnya karena tradisi ini bertentangan dengan Islam.
Sebagaimana yang telah diungkap diatas, diadakannya tahlilan dimaksudkan agar amal armarhum diterima dan segala dosa yang diperbuat sewaktu didunia diampuni oleh Allah swt. Hal ini wajar sebab Rasulullah sendiri menganjurkan agar umat muslim selalu mendoakan umat muslim yang lain. Maka dari sinilah muncul istilah mengirim pahala yang ditujukan kepada almarhum.
Mengirim pahala ini pula tak jarang mengundang kontroversi, dikarenakan terdapat sebuah ayat Al-Qur’an yang menerangkan bahwa si mayit tidak dapat menerima pahala dari orang lain yang masih hidup, yakni di surat An-Najm ayat 39:
وَأَنْ لَّيْسَ لِلْإَنْسَانَ إِلاَّ مَاسَعَى (النجم: 39)
Artinya: “Dan sesungguhnya seorang manusia tidak mempunyai hak selain pahala dari amal yang telah diusahakannya” (QS. An-Najm: 39)
Ayat diatas dengan tegas bahwa pahala seseorang diperolehnya hanya karena amal saleh yang dilakukan sewaktu di dunia. Namun ayat diatas dipersempit maknanya oleh Hadits populer berikut:
عن أبي هريرة رصي االله عنه أنّ رسول االله صلّى االله عليه وسلّم قال: إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلاّ من ثلاث, صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له (رواه الترمذي)
Artinya: Dari Abu Hurairah ra berkata, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya” (HR. Turmudzi).
Hadits kedua inilah yang oleh kelompok pro-tahlilan dijadikan sumber dalil diperbolehkannya tahlilan. Namun ada pula kelompok yang bersikukuh tetap tidak memperbolehkan tahlilan lantaran isi hadits tersebut hanya dipahami secara tekstual yang disitu dijelaskan bahwa amalan si mayit akan tetap mengalir apabila terpenuhinya tiga hal, salah satunya ialah anak saleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya. Maka selain ahli waris, pengiriman pahala tidak akan sampai kepada si mayit. Walaupun begitu, kita tetap tidak bisa menyalahkan kelompok yang mentradisikan tahlilan karena mereka memiliki pemahaman sendiri terhadap hadits tersebut.
Status hukum tahlilan pun juga masih belum jelas, apakah sunnah ataukah sebaliknya. Yang jelas, ada kaidah ushul fiqih yang mengatakan bahwa al-urf (adat/tradisi masyarakat) yang masih sejalan dengan sunnah maka tidak bisa dihukumi haram dan bid’ah karena masih sejalan dengan sunnah. Karena itu, kita tidak perlu ribut-ribut memperselisihkannya sebab akan menimbulkan masalah baru yang dapat memperkeruh suasana keberagaman pandangan di tengah-tengah umat Islam.
Agar tidak timbul pertentangan dan konflik yang berkepanjangan di kalangan internal umat Islam, maka jalur tengahnya adalah saling mentolerir dan membuka diri antar sesama muslim. Bagi pihak yang pro-tahlilan, dipersilakan untuk melakukannya asal tidak menganggapnya sebagai hal yang mutlak wajib dilakukan. Namun bagi yang sangat antipati terhadap tahlilan, alangkah baiknya jika diam dengan tidak menjelek-jelekkan apalagi membid’ahkan pihak yang menyukai tradisi ini, atau lebih baik men-tabayyun-i (menyampaikan argumennya secara bijak) kepada pihak yang menyukai tahlilan maupun tidak. Sebab Islam adalah agama yang tidak mengajarkan perpecahan dan permusuhan antar sesama umat muslim. Justru perbedaan ini akan semakin memperkaya ajaran Islam yang berdampak pada umat Islam dan non-muslim akan semakin tertarik untuk mempelajari dan mendalami agama Islam.
Semoga dengan diuraikannya bahasan singkat tentang tradisi tahlilan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi khazanah keilmuan Islam, khususnya kepada kaum muslimin dimanapun berada agar senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah dan saling bertoleransi ketika terjadi perbedaan pandangan dan pendapat. Hanya Allah yang Maha Tahu yang terbaik.
(Irfan Yudhistira)

Do'a Awal Tahun

Nov 4, 2013
Posted by Kosasih


دُعَاءُ أَوَّلُ السَّنَةِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

الحَمْدُ لله رَبِّ العَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلَأُ خَزَائِنِ اللهِ نُوْرًا وَ تَكُوْنُ لَنَا وَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَ فَرَحًا  وَ سُرُوْرًا. وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا……. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ القَدِيْمُ اْلأَوَّلُ وَ عَلَى فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ وَ كَرِيْمِ جُوْدِكَ العَمِيْمِ اْلُمعَوَّلِ.  وَ هَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلْ أَسْأَلُكَ اْلعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ أَوْلِيَائِهِ وَ اْلعَوْنَ عَلَى هَذَا النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَ اْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَا اْلجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ

Happy New Hijri Year [HDR]
Happy New Hijri Year [HDR] (Photo credit: radiant guy)
Segala puji hanya bagi Alloh SWT. Ya Allah limpahkan rahmat-Mu kepada nabi Muhammad, Rahmat yang memenuhi semua kekayaan-Mu dengan cahaya, dan menjadi pelapang dan kebahagiaan bagi kami serta orang-orang mukmin. Serta limpahkanlah  sholawat serta salam-Mu  bagi keluarga dan sahabat beliau. Ya Allah Engkaulah Dzat yang Maha Abadi, Dzat yang Terdahulu dan Dzat yang Pertama, hanya pada keutamaan-Mu yang Agung dan mulyanya kemurahan-Mu yang sempurnalah tempat meminta pertolongan. Tahun baru ini telah datang, maka aku meminta dari-Mu penjagaan di dalamnya dari syetan dan para pengikutnya, dan aku juga meminta pertolongan-Mu atas nafsu amarah ini serta aku minta kesibukan yang mendekatkanku pada-Mu Wahai dzat Yang memiliki keagungan dan kemulyaan. Dan semoga rahmat dan salam tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad juga keluarga dan sahabatnya amin.
Enhanced by Zemanta

Do'a Akhir Tahun

Posted by Kosasih

دُعَاءُ أخِرِ السَّنَةِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسلَّمَ ……اَللَّهُمَّ مَاعَمِلْتُ فيِ هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَ نَسِيْتُهُ وَلَمْ تَـنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَ دَعَوْتَنِي إِلىَ التَّوْبَةِ بَعْدَ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي أَسْتَـغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِي بِفَضْلِكَ.
وَ مَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَوَابَ فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمَ يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيْمَ وَصَلَّى اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحبِهِ وَسَلَّمَ.
Happy New Hijri Year [HDR]
Happy New Hijri Year [HDR] (Photo credit: radiant guy)

Dan semoga rahmat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kami nabi Muhammad serta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah apa yang telah kuperbuat dari perbuatan yang melanggar larangan-Mu di tahun ini lalu aku belum bertaubat darinya dan engkau belum ridho atasnya dan aku telah lupa namun belum engkau lupakan dan engkau masih bermurah hati padaku padahal engkau kuasa untuk menhukumku lalu engkau memanggilku untuk bertaubat setelah kelancanganku dalam bermaksiat pada-Mu,
Maka sungguh kini aku beristigfar memohon ampunan-Mu….. maka ampunilah dosaku berkat keutamaan-Mu
Dan apa yang telah aku lakukan di tahun ini dari amal yang engkau ridhoi dan  Engkau janjikan pahala untukku karena amal itu maka aku memohon pada-Mu Wahai Dzat yang maha pemurah Yang memiliki keagungan dan kemulyaan, terimalah amal itu dariku jangan  Kau putus harapanku dari-Mu wahai Dzat yang maha pemurah. Semoga rahmat dan salam tetap tercurahkan pada junjungan kami Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya amin.
Enhanced by Zemanta

Marhaban Ya Syahru Romadhon

Jul 28, 2011
Posted by Kosasih

ترحيب رمضان

مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ رَمَضَانْ مَرْحَبَاً شَهْرَ الْعِبَادَةْ

مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ رَمَضَانْ مَرْحَبَاً شَهْرَ السَّعَادَةْ

Selamat datang wahai Ramadhan, selamat datang wahai bulan Ibadah,

Selamat datang wahai Ramadhan, selamat datang wahai bulan kebahagiaan,

مَرْحَبَاً يَا زَاهِرَ اْلآنْ فِيْ الْمَجَالِيْ بِالزِّيَادَةْ

لِلأَخِلاَّ قُرَّةْ أَعْيَانْ أَنْتَ يَا شَهْرَ الإِفَادَةْ

Selamat datang wahai yg tiba dg cahaya dalam kejelasan bertambahnya anugerah,

Bagi para kekasih Allah engkau adalah kesayangan mereka wahai bulan yg penuh dg keberuntungan,

فِيْكَ يُجْلَى الرِّيْنُ والرَّانْ حِيْنَ تُجْلَى الإِسْتِجَادَةْ

مَرْحَبَاً ذَا خَيْرَ إِتْيَان شَهْرَنَا شَهْرَ السِّيَادَة

Padamu tersingkir segala kehinaan dan dosa, saat terbentangnya kesempatan untuk menyungkur sujud,

Selamat datang sebaik baik yg mengunjungi usia kami, bulan kita ini adalah baginda bagi bulan lainnya,

أَنْتَ سَيِّد كُلِّ الأَحْيَانْ وَالْيَتِيْمَةْ فِيْ الْقُلاَدَةْ

مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ اْلإِحْسَانْ وَالصَّفَا وَالإِسْتِفَادَةْ

Engkaulah pemimpin bagi setiap saat, dan Kepala Mutiara bagi kalung kehidupan,

Selamat datang bulan kemuliaan, kesucian dan terbukanya kesempatan mengambil manfaat,

مَرْحَبَاً مِنْ غَيْرِ حُسْبَانْ حَيْثُ لاَ نُحْصِيْ عِدَادَةْ

كُلُّ مَسْجِدْ فِيْكَ قَدْ زَانْ رَبُّهُ بِاالنُّوْرِ زَادَهْ

Selamat datang kuucapkan tanpa terhitung, hingga tak terhingga banyaknya,

Segenap masjid terindahkan dengan kedatanganmu, Tuhan segenap masjid menambahkan cahaya pada masjid masjid dg kedatanganmu,

أَنْتَ بَهْجَةُ كُلِّ مَنْ كَانْ حَازَ مِنْ تَقْوَاهُ زَادَهْ

كُلُّ مُسْلِمْ فِيْكَ نَشْطَانْ فِيْ التَّوَجُّهْ لِلْعِبَادَةْ

Engkau cahaya kemegahan bagi segalanya, beruntunglah barangsiapa yg takwanya bertambah,

Setiap muslim giat di hari harimu dalam semangat beribadah,

وَعَنِ اْلآثَامِ كَسْلاَنْ وَلَهُ الطَّاعَاتْ عَادَةْ

فِيْ تَرَاوِيْحٍ وَقُرْآنْ قَدْ جَفَا نَوْمَ الْقُعَادَةْ

Dan mereka (di bulan ramadhan) malas berbuat dosa, dan bagi mereka ketaatan pada Allah menjadi adat kebiasaan, Dalam shalat tarawih dan Alqur’an, telah sirna kantuk orang yg malas shalat malam,

مَرْحَبَاً يَا عَالِيَ الشَّانْ مَا انْقَضَى وَصْفُ وِدَادَهْ

وَصَلاَةُ الْواحِدِ الْمانّْ مَنْ حَبَا النِّعْمَةْ عِبَادَهْ

Selamat datang wahai pemilik derajat yg mulia, yg tiada henti hentinya gambaran keindahan dan kerinduan atasnya, Dan shalawat dari Yang Maha Tunggal dalam segala Anugerah, Yang Maha Memberi kenikmatan dalam beribadah,

تَتَغَشَّى فَخْرَ عَدْنَانْ وَكَذَا الآلَ الإِجَادَهْ

وَالصَّحَابَةْ هُمْ وَاْلإِخْوَانْ نِعْمَ أَصْحَابُ الشَّهَادَةْ

Selalu terlimpah pada sang kebanggaan keturunan Adnan (Sayyidina Muhammad saw), dan pula segenap keluarga yg mulia, serta sahabat dan merekalah para saudara, semulia mulia para syuhada,

مَاأَضَاءَ بَالنُّوْرِ رَمَضَانْ وَانْجَلَى رَيْنُ الْبَلاَدَةْ

Seterang benderangnya cahaya Ramadhan, maka sirnalah kesempitan hati orang orang yg dalam kebodohan,

Nabi Mengaminkan Doa Jibril

Posted by Kosasih

Daripada Jabir bin Abdullah radhiallahu’anhuma:

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”.

Para sahabat bertanya.”Kenapa engkau berkata amin, amin, amin, wahai Rasulullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata, "Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’.

Kemudian Jibril berkata lagi, "Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi itu tidak memasukkan dia ke syurga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’ “.

Kemudian Jibril berkata lagi," Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’.”

[Dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari di dalam Adab al-Mufrad dan dinilai Sahih Lighairihi oleh al-Albani di dalam Sahih Adab al-Mufrad – no: 644]

Adapula versi lainnya.

Kisah ini terjadi pada diri Rasulallah dan para sahabatnya. Saat itu malam hari raya seperti biasanya Rasul dan para sahabat membaca Takbir,Tahmid dan Tahlil di Masjidil Haram.Masjid al-Haram in mecca Saudi ArabiaImage via Wikipedia

Saat sedang bertakbir, tiba- tiba Rasulullah keluar dari kelompok dan menepi kearah dinding. Kemudian Rasullah mengangkat kedua tangannya ( layaknya orang berdoa ) saat itu Rasul mengatakan amin sampai tiga kali.

Setelah Rasul mengusapkan kedua tangan diwajahnya (layaknya orang selesai berdoa ) para sahabat mendekati dan bertanya : Ya Rasul apa yang terjadi sehingga engkau mengangkat kedua belah tanganmu sambil mengatakan amin sampai tiga kali ?

Jawab Rasul : “Tadi saya didatangi Jibril dan meminta saya mengaminkan doanya.?”

“Apa gerangan doa yang dibacakan Jibril itu ya Rasul ?” tanya sahabat.

Kemudian Rasul menjawab : “Kalau kalian ingin tahu inilah doa yang di sampaikan Jibril dan saya mengaminkan?

  • Ya Allah ya Tuhan kami Janganlah diterima amal Ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia masih bersalah kepada orang tuanya dan belum dimaafkan?. Rasul mengatakan Amien.
  • Ya Allah ya Tuhan kami Janganlah diterima amal ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila suami isteri masih berselisih dan belum saling memaafkan.? Rasul mengatakan amien
  • Ya Allah ya Tuhan kami janganlah diterima amal Ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia dengan tetangga dan kerabatnya masih berselisih dan belum saling Memaafkan.? Rasul mengatakan amien”

Dari ke 2 versi tersebut yang dapat kita ambil pelajaran adalah doa tersebut pasti dikabulkan Allah karena:

  1. Yang berdoa Jibril Mahluk yang sejak diciptakan tidak pernah membantah dan berbuat dosa kepada Allah
  2. Yang mengaminkan doa tersebut Muhammad manusia Maksum yang telah diampuni semua dosanya
  3. Tempat berdoa adalah Masjidilharam tempat yang mendapat berkah dari Allah
  4. Waktu berdoa adalah malam aidil fitri iaitu satu diantara sepuluh malam jika kita berdoa langsung di ijabah oleh Allah.

Mudah mudahan kita disampaikan kepada Bulan Ramadhan oleh Allah SWT, dan segala Amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima Allah Amin..Amin…Ya Robbal ‘Alamin

Enhanced by Zemanta

Do’a Mengatasi Hutang

Oct 15, 2010
Posted by Kosasih

Hutang..hutang...

Ya Allah jangan Engkau bebani aku dengan hutang kecuali Engkau berikan kemampuan dan kemudahan dalam membayarnya..amin

Rahasia Do’a Mengatasi Hutang

Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَ

الْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

Doa ampuh yang diajarkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada Abu Umamah radhiyallahu ’anhu merupakan doa untuk mengatasi problem hutang berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar Allah ta’aala lindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan seseorang yang sedang dililit hutang.

Pertama, ”Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih.” Orang yang sedang berhutang biasanya mudah menjadi bingung dan tenggelam dalam kesedihan. Sebab keadaan dirinya yang berhutang itu sangat potensial menjadikannya hidup dalam ketidakpastian alias bingung dan menjadikannya tidak gembira alias berseduih hati.

Kedua, ”Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas.” Biasanya orang yang berhutang akan cenderung menjadi lemah. Dan biasanya orang yang malas dan tidak kreatif dalam menjalani perjuangan hidup cenderung mudah berfikir untuk menacari pinjaman alias berutangketika sedikit saja menghadapi rintangan dalam hidup. Sedangkan orang yang rajin cenderung tidak berfikir untuk berhutang selagi ia masih punya ide solusi selain berhutang dalam hidupnya. Orang rajin bahkan akan menolak bilamana memperoleh tawaran pinjaman uang karena ia anggap itu sebagai suatu beban yang merepotkan.

Ketiga, ”Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir.” Biasanya orang yang terlilit hutang menjadi orang yang diliputi rasa takut. Ia cenderung menjadi pengecut. Jauh dari sifat pemberani. Mentalnya jatuh dan tidak mudah memiliki kemantapan batin. Dan orang yang berhutang mudah menjadi kikir jauh dari sifat demawan. Bila kotak amal atau sedekah melintas di depannya ia akan membiarkannya berlalu Hal ini karena ia menggunakan logika ”Bagaimana aku bisa bersedekah, sedangkan hutangku saja belum lunas.”

Keempat, ”Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Doa bagian akhir mengandung inti permohonan seorang yang terlilit hutang. Ia serahkan harapannya sepenuhnya kepada Allah ta’aala Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji agar menuntaskan problem hutang yang berkepanjangan membebani hidupnya. Di samping itu ia memohon agar dirinya dilindungi Allah ta’aala dari kesewenang-wenangan manusia. Kesewenangan dimaksud terutama yang bersumber dari fihak yang berpiutang. Sebab tidak jarang ditemukan bahwa fihak yang berpiutang lantas bertindak zalim kepada yang berhutang. Ia merasa telah menanam jasa dengan meminjamkan uang kepada yang berhutang. Lalu ia merasa berhak untuk berbuat sekehendaknya kepada yang berhutang apalagi jika yang berhutang menunjukkan gejala tidak sanggup melunasi hutangnya dengan segera.

Itulah sebabnya dunia modern dewasa ini banyak diwarnai oleh berbagai tindak kezaliman. Sebab dalam era dunia modern manusia sangat mudah berhutang. Dalam kebanyakan transaksi manusia dianjurkan untuk terlibat dalam hutang alias transaksi yang tidak tunai. Sedikit sedikit kredit. Apalagi skema pelunasan hutangnya melibatkan praktek riba yang termasuk dosa besar. Islam adalah ajaran yang menganjurkan manusia untuk membiasakan diri bertransaksi secara tunai. Ini bukan berarti Islam mengharamkan berhutang. Hanya saja Islam memandang bahwa berhutang merupakan suatu pilihan yang bukan ideal dan utama. Itulah sebabnya ayat terpanjang di dalam Al-Qur’an ialah ayat mengenai berhutang, yaitu surah Al-Baqarah ayat 282.

Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu didatangi anaknya yang hendak meminjam uang. Lalu ia berkata kepadanya ”Nak, aku tidak punya uang.” Lantas anaknya mengusulkan agar ayahnya pinjamkan dari Baitul Maal (Simpanan Kekayaan Negara). Maka Umar-pun menulis memo kepada pemegang kunci Biatul Maal yang isinya: ”Wahai bendahara, tolong keluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk aku pinjamkan ke anakku. Nanti biar aku cicil dengan potong gajiku tiga bulan ke depan.”

Maka memo tersebut dibawa oleh anaknya dan diserahkan kepada bendahara. Tidak berapa lama iapun kembali menemui ayahnya dengan wajah murung. ”Ayah, aku tidak menerima apa-apa dari bendahara kecuali secarik kertas ini untuk disampaikan kepadamu.” Maka Umar menyuruh anaknya membacakan isi memo balasan itu. Isinya ”Wahai Amirul Mu’minin Umar bin Khattab, bagiku sangatlah mudah untuk mengeluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk engkau pinjam. Namun aku minta syarat terlebih dahulu darimu. Aku minta agar engkau memberi jaminan kepadaku bahwa tiga bulan ke depan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab masih hidup di dunia untuk melunasi hutang tersebut.” Maka Umar langsung beristighfar dan menyuruh anaknya pulang...!

Keutamaan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Jun 18, 2010
Posted by Kosasih

1. Apakah pengertian Sholawat ?

Sholawat menurut arti bahasa adalah :`' DO`A`'

Menurut istilah adalah:

• Sholawat Alloh SWT kepada Rosululloh SAW berupa Rohmat dan Kemuliaan( Rahmat Tadhim )

• Sholawat dari malaikat yang kepada Kanjeng Nabi SAW berupa permohonan rahmat dan kemuliaan kepada Allah SWT untuk Kanjeng Nabi Muhammad SAW sedangkan selain Kanjeng Nabi berupa permohonan rahmat dan ampunan

• Sholawat orang–orang yang beriman ( manusia dan jin ) ialah permohonan rohmat dan kemuliaan kepada Allah SWT. untuk Kanjeng Nabi SAW, seperti :

ALLOHUMMA SHOLLI `ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD

2. Sebutkan dasar membaca Sholawat !

Dasar membaca Sholawat kepada Kanjeng Nabi SAW adalah :

Firman Alloh SWT dalam surat Al Ahzab ayat. 56:

Artinya: `` sesungguhnya Allah beserta para malaikatnya senantiasa bersholawat untuk Nabi SAW. Hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan padanya (Nabi SAW.).

3. Bagaimana hukumnya membaca ? jelaskan !

Mengenai hukum membaca Sholawat, ada beberapa pendapat dari Ulama ada yang Wajib Bil Ijmal, wajib satu kali semasa hidup, adapula yang berpendapat Sunnah .pendapat yang paling masyhur adalah Sunnah mu'akkad akan tetapi membaca Sholawat pada akhir Tasyahhud akhir dari sholat adalah Wajib, oleh karena itu sudah menjadi rukunnya sholat.

4. Kita Di samping mempersatukan pendapat para ulama tentang kedudukan hukumnya membaca Sholawat diatas yang lebih penting adalah menyadari denan konsekwen bahwa membaca Sholawat kepada Nabi SAW merupakan kewajiban Moral dan keharusan budi nurani tiap–tiap manusia lebih–lebih kita kaum mu'minin, apa sebabnya!

karena disebabkan :

• Kita diperintah membaca Sholawat seperti ayat di atas.

• kita semua berhutang budi kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang tidak terhitung

3. Banyak dan besarnya , dhohiron wa batinan Syafa'atan wa Haqiqotan.

Faedah dan manfa'at membaca Sholawat kembali kepada yang membaca sendiri, keluarganya, masyarakat dan makhluk lain ikut merasakannya bacaan Sholawat tersebut.

5. Apa tujuan membaca sholawat dan bagaimana adabnya ?

Tujuan dari membaca Sholawat adalah Ikraman, tadhiman wa Mahabbah kepada Kanjeng Nabi SAW. Didalam membaca Sholawat kita harus memperhatikan adab– adab dalam membaca Sholawat tersebut.

Adapun adab–adab dalam membaca Sholawat antara lain :

• Niat ikhlas beribadah kepada Alloh SWT tanpa pamrih.

• Tadhim dan mahabbah kepada Rosululloh SAW.

• Hatinya HUDHLUR kepada Alloh SWT dan ISTIHDLOR ( merasa berada di hadapan Rosululloh SAW)

• TAWADDU' ( merendahkan diri ), merasa butuh sekali kepada pertolongan Alloh SWT, butuh sekali Syafa`at Rosululloh SAW.

Adab tersebut merealisasi sabda Rosululloh SAW, sbb :

Artinya `` Ketika kamu sekalian membaca Sholawat kepada KU maka bagusilah bacaan Sholawat mu itu . sesungguhnya kamu sekalian tidak mengerti sekirannya hal tersebut diperlihatkan kepadaKU ``

6.Apakah Manfa'at dan faedah membaca Sholawat

Manfa'at dan faedah membaca Sholawat antara lain :

• Membaca Sholawat satu kali, balas Alloh SWT rohmat dan maghfiroh sepuluh kali, membaca sepuluh kali dibalas 100 X dan seratus kali membaca Sholawat dicatat dan dijamin bebas dari munafik dan bebas dari neraka, disamping digolongkan dengan para Syuhadak.

bersabda :

"Barang siapa membaca sholawat kepada-Ku 10x, maka Alloh SWT membalas Sholawat kepadanya 100x, dan barang siapa membaca Sholawat kepadaku 100x, maka Alloh SWT menulis pada antara kedua matanya; "bebas d2ri munafzq dan bebas dari neraka ", dan Alloh SWT menempatkan besok pada Yaumul Qiyamah bersama-sama dengan para Syuhadak".

• Sebagai amal kebagusan, penghapusan keburukan dan sebagai pengangkat derajat si pembaca Sholawat.

. Rosulullooh SAW bersabda

"Ya benar, telah datang kepada-ku seorang pendatang dari Tuhan-Ku kemudian berkata : barang siapa diantara ummat-mu membaca Sholawat kepada-mu satu kali, maka sebab bacaan Sholawat tadi Alloh SWT menuliskan baginya 10 kebaikan, dan mengangkat derajatnya 10 tingkatan, dan.Alloh SWT membalas sholawat kepadanya sepadan dengan sholawat yang ia baca ".

7. Manusia yang paling banyak membaca Sholawat , dialah yang paling utama disisi Rosululloh SAW dan yang paling dekat dengan Beliau besok di hari qiyamat Rosulullooh SAW bersabda :

"Sesungguhnya manusia yang paling utama disisi-ku pada hari Qiyamah adalah mereka yang paling banyak bacaan Sholawatnya kepada-Ku"

ROSULULLOH SAW BERSABDA :

`Yang paling banyak diantara kamu sekalian bacaan sholawatnya kepada-Ku, dialah paling dekat dengan Aku besok dt hari Qiyamat. (DARI KITAB SA'ADATUD DAROINI HAL : 58).

8. Sholawat berfungsi Istighfar dan memperoleh jaminan maghfiroh dari Alloh SWT.

ROSULULLOH SAW BERSABDA :

"Bacalah kamu sekalian sholawat kepada-Ku, maka sesungguhnya bacaan Sholawat kepada-Ku itu menjadi penebus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian dan barang siapa membaca Sholawat kepada-ku satu kali, Alloh SWT membalas kepadanya sepuluh kali (RIWAYAT IBNU ABI `ASHIM DARI ANAS bin' MALIK)

9. Sholawat merupakan pengawal do`a dan memperoleh keridhoan serta pembersih amal–amal kita.

ROSULULLOH SAW BERSABDA

`Sholawat kamu sekalian kepada-Ku itu merupakan pengawal bagi do'a kamu sekalian dan memperoleh keridloan Tuhan-mu, dan merupakan pembersih amal-amal kamu sekalian (RIWAYAT DAELAMI DARI SAYYIDINA `ALI KAROMALLOOHU WAJHAH).

• Merupakan kunci pembuka hijabnya doa hamba kepada Alloh SWT dan menjadi jaminan terkabul nya semua do`a.

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

"Segala macam doa itu terhijab~ (terhalangltertutup ), sehingga permulaannya berupa pujian kepada Alloh `Azza wa Jalla dan sholawat kepada Nabi SAW kemudian berdo'a, maka do'anya itu diijabahi". (RIWA YA T IMAM NASAI).

• Orang yang membaca Sholawat 100 X setiap hari, akan di kabulkan 100 maca, hajat oleh Alloh SWT, yang 70 macam untuk kepentingan akhirat danyang 30 macam untuk kepentingan di dunia

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

"Barang siapa membaca Sholawat kepada-KU tiap hari 100 kali, maka Alloh SWT mendatangkan 100 macam hajatnya, yang 70 macam untuk kepentingannya di akhirot, dan yang 30 macam untuk kepentingannya di dunia " * (DIKELUARKAN OLEH IBNU MUNDIR DARI JABIR).

• Orang yang membaca Sholawat 1000 X setiap hari, tidak akan mati sehingga dia melihat tempatnya di sorga.

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

`Barang siapa membaca Sholawat kepada-Ku tiap hari seribu kali, dia tidak akan mati sehingga dia melihat ,tempatnya di surga". (DARI ANAS bin MALIK).

• Orang yang menulis Sholawat dimohonkan ampunan oleh para Malaikat

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

"Barang siapa yang menulis sholawat kepada-Ku di dalam suatu kitab, maka Malaikat tidak henti-hentinya memohonkan ampun baginya selagi namaKU masih berada di dalam Kitab itu ".

• Bacaan Sholawat menjadi NUR pada hari Qiamat

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

" Hiasilah ruangan tempat pertemuanmu, dengan bacaan Sholawat kepada-Ku, maka sesungguhnya bacaan Sholawat kamu sekalian kepada-Ku itu menladi `NUR" dihari Qyamat" (DIRIWAYATKAN DARI ANAS bin MALIK)

• Bacaan Sholawat dapat untuk mencuci hati ( operasi mental ).

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

`Segala sesuatu itu ada alat . pencuci dan pembasuh. Adapun alat pencuci hati seorang mu'min dan pembasuhnya dari kotoran yang sudah melekatIsudah berkarat itu dengan membaca Sholawat kepada-Ku -.(SA'AADA TUD DAROINI HAL : 511).

• Sholawat akan melancarkan semua usaha dan menghilangkan semua kesulitan hidup yang dihadapi.

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

Barang siapa yang merasa sulit/ sukar menempuh sesuatu, maka sesungguhnya Sholawat itu akan membuka kesulitan dan menghilangkan kesusahan". (H.R. THOBRONI DARI ABI HUROIROH RAJ.

10. Kecaman terhadap orang yang tidak membaca Sholawat

Kecaman terhadap orang yang tidak membaca Sholawat antara lain :

• Dia tidak akan melihat wajah Rosulullah SAW

Sabda rosulullooh Saw :

" Tidak akan bisa melihat wajah-Ku tiga macam orang. satu, orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, nomor dua, orang yang meninggalkan (tidak mengerjakan) Sunnah-ku, dan tiga, orang yang tidak-membaca Sholawat kepada-Ku ketika (mendengar) Aku disebut di dekatnya (HADITS MARFU' DARI AISYAH RA).

• Tidak sempurna agamanya.

Sabda rosulullooh Saw :

`Barang siapa tidak mau membaca Sholawat kepada-Ku, maka tidak dianggap sempurna agamanya ". (RlWAYAT IBNU HAMDAN DARI IBNU MAS'UDI).

• Dia termasuk sebakhil–bakhil manusia.

Sabda rosulullooh Saw

"Barang siapa (mendengar) Aku disebut di dekatnya dan tidak membaca Sholawat kepada-Ku, maka dia itulah sebakhil-bakhil manusia" (RIWAYAT IBNU ABI ASHIM DARI ABI DZARRIN AL-GHIFFARI) .

• Dia bukan golongan Rosululloh SAW.

Sabda rosulullooh Saw

"Barang siapa (mendengar) Aku disebut, didekatnya dan tidak membaca Sholawat kepadaKu, maka dia bukan dari golongan-Ku dan Akupun bukan dari golongan dia. Kemudian Rosululloh SAW melanjutkan sabdanya (dalam bentuk doa : Yaa Alloh, pertemukanlah orang yang suka berhubungan dengan Aku. dan putuskanlah (hubungan) orang yang tidak mau berhubungan dengan Aku (DIRIWAYATKAN DARI ANAS bin MALIK).

11. Jelaskan Keistimewaan membaca Sholawat pada hari jumat !

Keistimewaan membaca Sholawat pada hari jumat siang ataupun malam diterima langsung oleh Rosululloh SAW sendiri.

"Perbanyaklah membaca Sholawat kepada-Ku pada tiap hari Jum'at, maka sesungguhnya bacaan Sholawat ummat-Ku pada tiap hariJumat itu diperlihatkan kepada-Ku "(Diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad Hasan dari Abi Umamah)

12. Bagaiman pandangan para ulama mengenai sholawat ?

Banyak pandangan–pandangan dan pendapat para ulama mengenai Sholawat. ada yang di angkat dari qoidah–qoidah agamis dan ada pula yang berdasarkan atas keyakinan dan pengaruh zaman Dzauqiyah dan hasil–hasil dari mukasyafah antara lain :

a. Bacaan Sholawat adalah jalan kesurga kata Abu Huroiroh RA.:

"Membaca Sholawat kepada Kanjeng Nabi SAW adalah jalan menuju ke sorga ".

b. Memperbanyak bacaan Sholawat suatu tanda golongan / ahli sunnah kata Sayyidina `Ali Zainul `Abidin bin Husain bin `Ali bin Abi Tholib Rodliyallohu anhum :

"Tanda-tanda ahli Sunnah ialah memperbanyak bacaan Sholawat kepada Kanjeng Nabi Sholialloohu `alaihi wa Sallam ".

c. Jalan yang paling dekat kepada Alloh SWT pada akhir zaman.

Jalan yang paling dekat (menuju) kepada Alloh SWT pada akhir Zaman khususnya bagi orang-orang yang berlarut-larut banyak dosa, adalah memperbanyak istighfar dan membaca Sholawat kepada Nabi SAW".(Dari Kitab Sa`aadatud Daroini).

d. Untuk menjernihkan hati dan Marifat Billah.

"Sesungguhnya membaca Sholawat kepada Kanjeng Nabi SAW itu (dapat) menerangi hati dan mewushulkan tanpa guru kepada Alloh SWT Dzat yang Maha Mengetahui segala perkara Ghaib ".. (Sa'aadatud Daroini Hal : 36).

f. Sholawat dapat mewusulkan tanpa guru.

"Secara keseluruhan, membaca Sholawat kepada Nabi SAW itu (dapat) mewushulkan kepada Alloh SWT tanpa guru. Oleh karena sesungguhnya Guru dan Sanad di dalam Sholawat itu adalah Shoohibush Sholawat (Ya'ni Rosululloh SAW), oleh karena Sholawat itu diperlihatkan kepada Beliau SAW dan Alloh SWT membalas (memberi) Sholawat kepada si Pembaca Sholawat. Berbeda dengan lainnya Sholawat dari bermacam-macam dzikir itu (harus) ada guru (mursyid) yang arif Billah. Kalau tidak, maka syetan akan masuk ke dalam amalan dzikir itu dan orang yang dzikir tidak dapat memperoleh manfaat daripada dzikirnya". (Juga disebutkan dalam Saaadatud Daroini hal : 90).

g. Sholawat diterima secara mutlak oleh Alloh SWT.

Kata Syekh Showi dalam Tafsir showinya :

`Dan sesungguhnya para Ulama' sudah sependapat bahwa sesungguhnya bermacam-macam amal itu ada yang diterima dan ada yang ditolak terkecuali Sholawat kepada Nabi SAW. Maka sesungguhnya Sholawat kepada Nabi SAW itu "Maqbuulatun Qothl'an "(pasti diterima) ". (Taqriibul Ushul Hal : 5 7).

f. Menambah rasa cinta kepada Allah SWT wa Rosulihi SAW.

"Berkata AI-Allamah Syamsuddin bin Qoyyim dalam Kitabnya Jalaail afham : sesungguhnya Sholawat itu menjadi sebab langsungnya rasa cinta kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW & dapat meningkat berlipat-lipat rasa cintanya. Cinta yang demikian itu menjadi ikatan daripada beberapa ikatannya iman, dimana iman itu tidak bisa sempurna kecuali dengannya -.

g. Tercetaknya pribadi Rosululloh SAW dalam hati orang yang membaca Sholawat.

Setengah dari pada faedah membaca Sholawat yang paling besar adalah tercetaknya Shuroh Rosululloh SAW di dalam hati si pembaca Sholawat (Sa'aadatud Daroini Hal : 106).

h. Orang yang ahli Sholawat ketika sakaratul maut dirawuhi oleh Beliau SAW.

"Barang siapa keadaan hidupnya memperbanyak Sholawat kepada Rosululloh SAW, maka ia berhasil mendapat kebahagiaan yang besar sekali, karena ketika sakarotul Maut Rosululloh SAW rawuh di hadapannya (Sa'aadatud Daroini Ha : 516).

i. Mudah mimpi ketemu Rosulullooh saw.

"Sesungguhnya memperbanyak Sholawat dengan mernakai redaksi yang mana saja berfaedah bisa bermimpi ketemu Rosululloh SAW, dan apabila berhasil dengan sungguh-sungguh memperbanyak serta membiasakan/ melanggengkan, maka pembaca Sholawat itu meningkat bisa melihat Rosululloh SAW dalam keadaan jaga ".

Beliau almukarom Asy Syekh Al-'Arif Billah Romo K.H. Abdoel Majid Ma'roef Mualif Sholawat Wahidiyyah berkata antara lain

"Membaca sholawat adalah termasuk ibadah sunnah yang paling mudah. Artinya tidak ada syarat-syarat tertentu seperti pada ibadah-ibadah sunnah lainnya. Dan diberi bermacam-macam kebaikan yang tidak diberikan didalam ibadah-ibadah sunah lainnya seperti membaca Qur'an , dzikir, sholat sunnah dan lainnya. Yaitu membaca sholawat spontan menerima Syafa'at dari membaca sholawat itu sendiri. Disamping itu membaca Sholawat sudah mengandung dzikir, istighfar dan mengandung Do'a Li-Qodloil hajat. ini bukan berarti dengan membaca sholawat, tidak usah yang lain-lain bukan berarti begitu tapi kita harus ``YUKTI KULLAA DZI HAQQIN HAQQAH".dengan mengisi di segala bidang ."

13. Segalah macam Sholawat mempunyai kedudukan yang sama tetapi satu dengan yang lain mempunyai fadlilah yang berbeda – beda, apa sebabnya !

Segalah macam Sholawat mempunyai kedudukan yang sama tetapi satu dengan yang lain mempunyai fadlilah yang berbeda – beda, ini di sebabkan adanya beberapa faktor yang berpengaruh terhadap fadlilah Sholawat yaitu disamping dari Alloh SWT dan Syafaat Rosululloh SAW, falilahnya ada hubungannya dengan :

• Kondisi Muallif Sholawat terutama kondisi batiniyah

• Susunan Redaksi Sholawat

• Situasi dan kondisi masyarakat ketika Sholawat itu di ta`lif

• Tujuan Sholawat itu di ta`lif

• Situasi dan kondisi si pembaca Sholawat.

• Adab lahir dan batin ketika membaca Sholawat.

14. Macam macam Sholawat dapat di golongkan menjadi 2 golongan yaitu Sholawat Ma`tsuroh Sholawat Ghoiru Matsuroh. Jelaskan !

a. Sholawat Ma`tsuroh : Sholawat yang redaksinya langsung dari Alloh SWT misalnya Sholawat Ibrohimiyah, yaitu seprti dalam bacaan Tasyahhud akhir Sholawat tersebut tidak ada kalimat SAYYIDINAnya. Ini menunjukkan akan keluhuran budi Kanjeng Nabi SAW, selalu sederhana dan tawaddu,yang harus di tiru oleh para umat , adapun kita sering membaca kalimat Sayyidina itu ditambahkan dari para sahabat, sebagai pernyataan penghormataan , ikroman wa mahabbatan.

firman Alloh SWT :

janganlah kamu sekalian memanggil / menyebut pada Rosul seperti halnya engkau memanggil / menyebut diantara kamu sekalian".

Sabda Rosululloh SAW : .

"Saya gusti (pemimpinnya) anak cucu Adam tidak Saya tonjol-tonjolkan (sombong) dan saya permulaannya orang yang dibangunkan dari kubur, dan Saya permulaannya orang yang memberi Syafa'at (pertolongan) , dan permulaannya orang-orang yang mendapat syafa'atNYA, ditangan saya benderanya pujian & dibawah bendera itu Nabi Adam AS beserta anak cucunya".

b. Sholawat Ghoiru Matsuroh : Sholawat ghoiro ma'tsuroh yaitu: yaitu sholawat yang disusun oleh selain kanjeng nabi SWT yaitu : yaitu oleh para sahabat, tabi'in, ailiyak, para ulama' dan umumnya orang islam. Misalnya: Shollawat nariyah, munjiyat, badawi, bardah dan masih banyak lagi. Diantara sholawat Wahidiyyah.

15. Macam-macam nama sholawat dapat dibagi 2 bagian sebutkan !.

Macam-macam nama sholawat dapat dibagi 2 bagian yaitu :

• Nama sholawat yang disesuaikan dengan maksud Do'a yang terkandung didalamnya . misalnya : Sholawat Wahidiyyah, Nariyyah.

• nama sholawat disesuaikan dengan nama muallifnya. Misalnya: sholawat badawi (Disusun oleh imam badawi), sholawat masyisiyah (disusun oleh syekh abdul salam Bin Masysyi Ghouts Fii Zamanihi).

16. Ada berapa macam redaksi sholawat ? sebutkan !

Ada berapa macam redaksi sholawat yaitu :

a. Sholwat yang berbentuk permohonan kepada Allah SWT seperti :

ALLOHUMMA SHOLLI `AALA SAYYIDINAA MUHAMMAD

b. Sholawat yang langsung dihaturkan kepada beliau nabi muhammad SAW misalnya :

ASSHOLAATU WASSALAAMU `ALAIKA WA `ALAA ALIKA YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOH

c. Sholawat yang redaksinya hanya merupakan kalam khobar :

SHOLLALLOHU `ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.

17. Bagaiman Kisah membacanya Sholawat Nabi Adam AS dan Nabi Musa A.S kepada Muhammad SAW

Kisah membacanya Sholawat Nabi Adam AS dan Nabi Musa A.S kepada Muhammad SAW adalah :

• Kisah Nabi Adam AS membaca Sholawat kepada Rosululloh SAW.

Diceritakan dalm Hadits (Sa'aadatud Daroini hal;88).

Ketika Alloh SWT `azza,waJalla telah menciptakan Nabi Adam AS nenek moyang kita dan setelah membukakan penglihatan matanya, maka memandanglah Nabi Adam AS pada `ARSY dan melihat tulisan `MUHAMMAD' diatas `PENDOP0′ -NYA'ARSY, maka maturlah kepada Alloh,-: Duhai Tuhanku, adakah orang yang lebih mulya disampingMU selain aku".Jawab Alloh SWT: "Benar, Yaitu nama seorang Nabi dari keturunan-mu yang lebih mulya disamping-MU dari pada engkau.Dan jika tidak karena Dia, AKU tidak menciptakan langit, bumi,surga dan neraka"

Setelah Alloh menciptakan Ibu Hawa dari tulang rusuk kiri Nabi Adam AS, maka Nabi Adam AS mengarahkan pandangannya keatas dan terlihatlah olehnya "satu makhIuq" yang lain dari padanya seorang wanita cantik jelita yang karenanya Alloh SWT memberikan rasa syahwat kepada Nabi Adam AS. Dan ketika itu maturlah Nabi Adam AS kepada Alloh SWT :

Maturnya : Muhai Tuhanku, siapakah gerangan itu ?

Jawab Alloh : `Itu Hawa".

Nabi Adam AS: "Kawinkanlah aku Yaa Alloh dengan dia".

Alloh SWT : "Beranikah engkau membayar maskawinnya ?"

Nabi Adam AS: "Berapakah maskawinnya ?

Alloh SWT :"Supaya engkau membaca Sholawat kepada yang mempunyai nama (Muhammad SAW), 10 kali".

Nabi Adam AS: "JIka kulakukan itu apakah Tuhan telah mengawinkan dia dengan aku?"

Alloh SWT : "Benar demikian".

Kemudian Nabi Adam AS membaca Sholawat sepuluh kali kepada Junjungan kita Kangeng Nabi Besar Muhammad SAW. Maka bacaan Sholawat sepuluh kali itu sebagai maskawinnya Ibu Hawa.

. KISAH NABI MUSA MEMBACA SHOLAWAT KEPADA ROSULULLOH SAW.

Dikisahkan di dalam Kitab "Syifa'ul Asqom", Syekh Al Hafidz Abi Nuaem menceriterakan bahwa menurut hadits ada diceriterakan wahyu Alloh SWT kepada Nabi Musa AS sebagai berikut :

Firman : Alloh *"Wahai Musa, apakah-engkau ingin AKU ` lebih dekat kepadamu dari dekatnya kalammu terhadap lesanmu, supaya AKU lebih dekat kepadamu daripada dekatnya pandangan matamu terhadap matamu dan supaya AKU lebih dekat kepadamu daripada dekatnya rohmu terhadap badanmu. ?

Jawab Nabi Musa AS : "benar duhai Tuhanku".

malaikat hitam dan malaikat biru

Jun 17, 2010
Posted by Kosasih

إذا قبر الميت Ketika mayat telah dikuburkan

العبد إذا وضع في قبره وتولي وذهب أصحابه، حتى إنه ليسمع قرع نعالهم، Dan mayat sudah diletakan dalam kuburnya, dan ketika handai taulan dan sahabat meninggalkan perkuburan, mayit mendengar suara sendal-sendal mereka yang kian menjauh.
أتاه ملكان أسودان أزرقان Maka akan menghampirinya 2 malaikat : malaikat hitam (black angel) dan malaikat biru (blue angel)

يقال لأحدهما المنكر والآخر النكير Yang satu bernama Munkar dan yang lainnya bernama Nakir

فأقعداه Maka Munkar dan Nakir mendudukannya

Ke 2 Malaikat bengis itu bertanya:
ما كنت تعبد Apa yang kau sembah?

Apabilah jenazah adalah orang yang mendapat hidayah Allah, maka dia akan menjawab:
كنت أعبد الله Yang kusembah adalah Allah

فيقولان ما كنت تقول في هذا الرجل Ke2 malaikat itu bertanya pada jenazah
“apa dan siapakah laki-laki ini?” –menunjuk imaji nabi Muhammad,dimana hanya orang-orang yang beriman sajalah yang bisa menjawab,wallhu’alam-

فيقول ما كان يقول هو عبد الله ورسوله أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله dia menjawab:"oh, itu adalah Muhammad hamba Allah dan sang utusan Allah, asyhadu an laa illaha illallah wa anna muhammadan abduhu wa rosuluhu”
*
Ucapan ahli kubur beriman seperti apa yang tertera dalam Firman Allah:
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ Allah memantapkan orang-orang beriman dengan ucapan yang mantap di dunia dan dikhirat...(14:27)
*
....lalu ke dua malaikat itu berkata:
قد كنا نعلم أنك تقول هذا Tentu...kami tahu engkau akan berkata demikian

فما يسأل عن شيء غيرها Setelah itu si Jenazah tidak ditanya apa-apa lagi

TAPI

فينطلق به إلى بيت كان له في النار Si jenazah tetap digiring menuju neraka
Kemudian Malaikat Hitam dan Malaikat Biru berkata padanya:
هذا بيتك كان لك في النار ولكن الله عصمك ورحمك فأبدلك به بيتا في الجنة.. sebenarnya neraka inilah rumahmu, tapi Allah menyelamatkanmu dan sayang padamu, lalu menggantikan untukmu sebuah istana di surga.

ثم يفسح له في قبره سبعون ذراعا في سبعين ثم ينور له فيه Kemudian kubur yang sempit itu serta-merta menjadi luas, lebar dan panjangnya sampai 70 hasta dan terang benderanglah dengan cahaya.

Lalu malaikat hitam dan malaikat biru itu berkata pada jenazah
نم Tidurlah...

Tapi si jenazah memohon pada 2 malaikat itu
أرجع إلى أهلي فأخبرهم Aku ingin pulang kembali pada keluargaku untuk mengabari bahwa aku baik-baik saja di sini

Namun ditolak oleh si Hitam dan si-Biru,seraya berkata:
اسكنTidak,tetaplah disini..نم كنومة العروس Tidurlah...
Sebagaimana tidurnya pengantin baru.

حتى يبعثه الله من مضجعه..sampai kelak Allah akan membangunkan

*
وإن الكافر إذا وضع في قبره Apabila jenazah orang kafir dikuburkan

وإن كان منافقا Dan Apabila si jenazah itu adalah orang munafik

أتاه ملكان أسودان أزرقان Maka akan menghampirinya 2 malaikat : malaikat hitam dan malaikat biru

يقال لأحدهما المنكر والآخر النكير Yang satu bernama Munkar dan yang lainnya bernama Nakir

Si Hitam dan sibiru bertanya:
ما كنت تعبد Apa yang kau sembah?

Menjawablah ia:
لا أدري Aku tak tahu

لا دريت ولا تليت Malaikat berkata: tentu saja kau tidak tahu dan tidak mau mengikuti orang yang tahu

فيقولان ما كنت تقول في هذا الرجل Ke 2 malaikat itu bertanya pada jenazah
“apa dan siapakah laki-laki ini?”

Si kafir dan Si munafik itu menjawab:

لا أدري aku tak tahu..

....lalu ke dua malaikat itu berkata:
قد كنا نعلم أنك تقول هذا Tentu...kami tahu engkau akan berkata demikian

فيضربه بمطراق من حديد بين أذنيه فيصيح صيحة يسمعها الخلق غير الثقلين Maka malaikat hitam dan malaikat biru menghajarnya ubun-ubunnya dengan gada besi yang ada ditangannya. Jerit dan lolongan kesakitannya terdengar oleh semua makhluk kecuali hanya jin dan manusia lah yang tak dapat mendengarnya.

Lalu bumi menerima perintah:
التئمي عليه LANTAKKAN DIA... !!

فتختلف فيها أضلاعه فلا يزال فيها معذبا حتى يبعثه الله من مضجعه ذلك
Kemudian bumi menjepitnya sehingga tulang belulang rusuknya luluh lantah remuk. ...terus-menerus...sampai Allah membangkitkannya (dihari kiamat)


**
Disarikan dari kitabu janaiz Bukhary, Tirmizi, Abu daud dengan sanad:
عن سعيد بن أبي سعيد المقبري عن أبي هريرة
( Tirmizi, Hasan Gharib)

حدثنا أبو الوليد الطيالسي ثنا شعبة عن علقمة بن مرثد عن سعد بن عبيدة عن البراء بن عازب(Abu Daud, Shahih)

حدثنا محمد بن سليمان الأنباري ثنا عبد الوهاب بن عطاء الخفاف أبو نصر عن سعيد عن قتادة عن أنس بن مالك(Abu Daud, Shahih)

حدثنا عياش: حدثنا عبد الأعلى: حدثنا سعيد قال: وقال لي خليفة: حدثنا ابن زريع: حدثنا سعيد، عن قتادة، عن أنس رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم
( Bukhary, Shahih)

Label: , ,

RASA SAKIT KETIKA SAKARATUL MAUT MENJEMPUT

Jun 16, 2010
Posted by Kosasih

Assalamualaikum wr wb,

"Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa
orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta
berkata, "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar." (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para
malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu !"
Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu
selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya".
(Qs. Al-An'am 93).

Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka
kepada Alloh, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar.
Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya
nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.
"Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang". (H.R. Ibnu Abu Dunya).

Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka'at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari.
Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail.
Maka bermohonlah ia kepada Alloh Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Alloh Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.

"Assalamu'alaikum, yaa Nabi Alloh". Salam Malaikat Izrail,
"Wa'alaikum salam wa rahmatulloh". Jawab Nabi Idris a.s.
Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail.
Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail.
Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya "menghadap". Alloh sampai keesokan harinya.
Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail.
Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja.
Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan "tamunya"

itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan.
"Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita". pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).
"Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)" kata Nabi Idris a.s.
"Kenapa ?" Malaikat Izrail pura-pura terkejut.
"Buah-buahan ini bukan milik kita". Ungkap Nabi Idris a.s. Kemudian Beliau berkata: "Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram".
Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.

"Siapakah engkau sebenarnya ?" tanya Nabi Idris a.s.
"Aku Malaikat Izrail". Jawab Malaikat Izrail.
Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.
"Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?" selidik Nabi Idris a.s serius.
"Tidak" Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.
"Atas izin Alloh, aku sekedar berziarah kepadamu". Jawab Malaikat Izrail.
Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam.
"Aku punya keinginan kepadamu". Tutur Nabi Idris a.s
"Apa itu ? katakanlah !". Jawab Malaikat Izrail.
"Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang.
Lalu mintalah kepada Alloh SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku". Pinta Nabi Idris a.s.
"Tanpa seizin Alloh, aku tak dapat melakukannya", tolak Malaikat Izrail.
Pada saat itu pula Alloh SWT memerintahkan Malaikat Izrail agarmengabulkan permintaan Nabi Idris a.s.
Dengan izin Alloh Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat.
Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Alloh SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Alloh mengabulkan permohonannya.
Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.
"Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?" Tanya Malaikat Izrail.
"Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti". Jawab Nabi Idris a.s.
"Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu".Kata Malaikat Izrail.
MasyaAlloh, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s.
Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita ?
Siapkah kita untuk menghadapinya ?

"Sebarkanlah walau hanya satu ayat"

wassalamualaikum wr.wb.

Adab Mendengar Adzan

Apr 29, 2010
Posted by Kosasih

Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa Dan waktunya Yang tidak Kita ketahui.Coba Kita amati.. Mengapa Kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapat Berkata apa-apa.. Lidahnya kelu, keras Dan hanya mimik Mukanya yang menahan kesakitan ' sakaratulmaut' .

Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: 'Hendaklah Kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah Akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. ' Ini jelas menunjukkan, Kita disarankan agar mendiamkan Diri, jangan berkata apa-apa pun sewaktu azan Berkumandang . Sebagai orang beragama Islam Kita wajib Menghormati azan Banyak fadhilatnya .

Jika lagu Kebangsaan Kita diajar agar berdiri tegak Dan diamkan Diri. Mengapa ketika azan Kita tidak boleh mendiamkan diri? Lantas siapa yang berbicara ketika azan, Allah Akan kelukan lidahnya ketika nazak . Kita takut dengan Kelunya lidah Kita semasa ajal hampir tiba maka Kita Tidak dapat mengucap kalimah 'Lailahaillallah. .' yang Mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika Nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan Syurga untuk mereka .

Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut. 'Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, ancarkan lidah kami mengucap kalimah 'Lailahaillallah. .' semasa sakaratul maut menghampiri kami... Amin... amin.. amin Yarobbala'lamin. .'

Sesuatu yang tak pernah terjangkau di akal fikiran ku ini. Subhanallah. .. Ketahuilah bahawa pada setiap waktu, ribuan bilal di merata dunia akan mengalunkan azan, mengakui 'Bahawa Allah Saja Yang Patut Disembah, dan Nabi Muhammad Adalah Rasul Allah.'Diawali dengan Indonesia yang terletak dibahagian timur dengan ratusan kepulauan-nya dan jumlah penduduknya sebanyak 180 juta.

Sebaik masuk waktu Subuh, Azan mulai berkumandang dari kawasan ini dengan ribuan Bilal yang akan melaungkan Ke-Agungan Allah S.W.T Dan Nabi Muhammad S.A.W.. Proses ini akan bergerak kearah barat kepulauan Indonesia .

Perbedaan waktu antara timur dan barat Indonesia adalah 1-1/2 jam.Belum alunan Azan merata Indonesia selesai, dimulai pula di Malaysia .

Berikutnya di-Burma dan dalam waktu satu jam selepas Azan dialunkan di-Jakarta, tiba giliran Dacca di Bangladesh.

Berikutnya alunannya akan kedengaran di Calcutta dan terus ke Srinagar dibarat India . Perbedaan waktu dikota-kota Pakistan adalah 40 menit jadi dalam jangka waktu ini,

Azan akan berkumandang diseluruh Pakistan.Belum berakhir di-Pakistan,

Azan akan bermula pula di Afghanistan dan Muscat.Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam.

Dalam jangka waktu ini, Azan akan berterusan dilaungkan di UAE, Makkah, Madinah, Yaman , Kuwait dan Iraq . Proses ini berterusan setiap detik sehingga ke pantai timur Atlantik.

Jarak masa Azan mula dialunkankan di Indonesia sehingga ke pantai timur Atlantik adalah 9-1/2 jam.Belumpun Azan Subuh berkumandang di pantai Timur Atlantik, Azan Zuhur kini sudah mula dilaungkan di Indonesia..
Ini berterusan bagi setiap waktu sembahyang, tidak putus-putus.

Subhanallah, begitu hebat dan agungnya Islam! Kalaulah setiap kawasan boleh memasang pengeras suara, akan bergetar satu dunia dengan alunan Azan yang tidak putus-putus. Allahu Akhbar!

Kita boleh mengirimkan ribuan 'jokes' dan ' surat berantai' melalui e-mail tetapi bila mengirimkan yang berkaitan dengan ibadah seringkali berfikir 2 atau 3 kali......FIKIRKAN LAH, tepuk dadamu tanya imanmu

Faisal Hussein Wong/Wong Fei Hung.

Apr 28, 2010
Posted by Kosasih

Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) Adalah Muslim (Ulama), Ahli Pengobatan, Ahli Beladiri & Berasal Dari Keluarga Muslim

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu) . Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch'in yang korup dan penindas. Dinasti Ch'in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch'in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch'in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch'in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch'in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad'afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin.

Wasiat Nasehat Sayyidina Imam Ali bin Abi Thalib.

Mar 30, 2010
Posted by Kosasih

Wasiat Nasehat Sayyidina Imam Ali bin Abi Thalib.

"Kebaikan bukanlah memiliki harta melimpah dan anak banyak. Akan tetapi, kebaikan adalah jika amalmu banyak, ilmumu luas dan engkau tidak menyombongkan diri kepada orang lain dengan ibadahmu kepada Allah swt. Jika berbuat baik, engkau segera bersyukur kepada Allah swt dan jika berbuat buruk segera memohon ampun kepada-Nya.

Di dunia ini tidak ada kebaikan, kecuali bagi orang berikut :

1. seorang yang banyak berbuat dosa kemudian bertobat dan memperbaiki segala kesalahannya.

2. seorang yang senantiasa bergegas untuk melakukan berbagai amal kebajikan"Ketahuila h! Sesungguhnya kalian akan mati dan setelah itu dibangkitkan. Kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas semua amal kalian, serta mendapatkan balasan yang setimpal.

Karena itu jangan tertipu kehidupan dunia. Kehidupan dunia ini penuh ujian, bersifat sementara dan sarat dengan tipu daya. Semua yang berada di dalamnya akan musnah. Para penghuninya pun saling berebut untuk memperolehnya. Ketahuilah! Kalian beserta segala perhiasan kehidupan dunia akan mengalami hal yang sama dengan mereka yang terdahulu, orang-orang yang lebih panjang umurnya dan lebih megah rumahnya. Sekarang jasad mereka telah menjadi tulang belulang, rumah mereka kosong. Mereka berada di kubur yang letaknya dekat dan penghuninya terasingkan. Mereka digerogoti oleh cacing, tertimbun oleh bebatuan dan pasir.Bayangkan kalian kelak akan menjadi seperti mereka, tubuh kalian hancur dan sendiri di kubur. Apa yang akan terjadi dengan kalian jika kiamat tiba, semua yang dikubur dibangkitkan dan segala rahasia yang tersembunyi dalam dada dibongkar, pada saat itulah setiap jiwa akan memperoleh balasan sesuai dengan perbuatannya selama hidup di dunia.

""Hapalkanlah lima hal ini, andaikata kalian menunggang onta untuk mendapatkannya, maka hingga onta itu kurus, kalian tidak akan memperolehnya :

1. Seorang Hamba hendaknya tidak berharap kecuali kepada Allah swt Tuhannya.

2. Seorang hamba hendaknya hanya takut akan dosa-dosanya.

3. Seorang yang bodoh hendaknya tidak merasa malu untuk bertanya.

4. Seorang yang berilmu ketika ditanya tentang sebuah persoalan dan tidak mengetahui jawabannya, hendaknya tidak malu untuk mengatakan,
"Allah swt yang Maha Mengetahui."

5. Bagi Iman, sabar ibarat kepala sebuah tubuh, sehingga tidak ( sempurna ) iman seseorang yang tidak memiliki kesabaran.

Fadhillah Bulan Muharam

Dec 17, 2009
Posted by Kosasih

ﻓﻀﻠﻪﺍﻠﻌﺸﺭﺍﺀ

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

[9:36] Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram640. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri641 kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

640; Maksudnya antara lain ialah: bulan haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah haram (Mekah) dan Ihram.

641: Maksudnya janganlah kamu menganiaya dirimu dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan.

ﺁﺨﺮﺝ ﺍﻠﻨﺴﺎﺊﻋﻦﻋﻟﻲ ﺮﺿﻲﺁﷲﻋﻨﻪ ﺍﻦﻜﻨﺕ ﺻﺎﺀﻣﺎ ﺒﻌﺪ ﺸﻬﺭﺭﻣﻀﺎﻦ ﻔﺻﻢ ﻠﻣﺤﺭﻢ ﻔﺎﻨﻪ ﺸﻬﺭﺁﷲ ﻔﻴﻪ ﻴﻮﻢ ﺘﺎﺐﺁﷲﻋﻠﻲ ﻘﻮﻢ ﻮﻴﺘﻮﺐ ﻋﻠﻲ ﺁﺨﺭﻴﻦ

Dari Ali R.A; bila kamu selesai puasa bulan Ramadhan, maka berpuasalah pada bulan Muharam, karena pada bulan itu Allah menerima taubatnya kaum terdahulu dan kaum yang akan datang.(H.R Imam Nasa’i)


SELAMAT TAHUN BARU 1431 HIJRIAH



Besok 1 muharam 1431 H, malaikat pencatat amal perbuatan kita akan membuka catatan baru untuk tahun baru mendatang.
Mari membuka catatan tahun baru yang lebih bersih dengan semangat baru, niat baik, harapan, cita dan cinta.
Kuatkan hati dan lambungkan harapan tinggi lalu bersemangat untuk mencapai segala niat baik kita nanti.
Hilangkan segala permusuhan, damaikan jiwa dan raga untuk sesama umat manusia, bersama-sama mengisi sisa hidup di dunia dengan segala perbuatan yang baik, ermanfaat bagi diri sendiri dan sesama.karena inti kehidupan adalah menjadi manusia bermanfaat rahmatan lil alamin.

Semoga Allah meridhoi segala niat dan usaha-ibadah kita di dunia ini.Semoga Allah memberikan Hidayah, Berkah, Keselamatan, Kesehatan, Rezeki, di tahun-tahun mendatang hingga ajal menjelang. Semoga Allah tetap meneguhkan Iman dan Islam dalam hati kita.

Ya Rabb jangan tinggalkan hamba meski hanya sedetik pun, karena hamba tidak akan sanggup menghadapi dunia tanpaMu..

Barangsiapa membaca doa ini dalam waktu tersebut, maka setan berkata: “kesusahanlah bagiku dan sia-sialah pekerjaanku menggoda anak Adam (manusia) pada tahun ini”. Maka dibinasakanlah dengan satu saat saja, sebab membaca doa ini. Dan dosa-dosanya diampuni oleh Allah Ta’ala dalam setahun ini.

Barangsiapa membaca doa ini, maka setan berkata: “telah amanlah anak Adam daripadaku pada sisa umurnya pada tahun ini karena Allah Ta’ala telah mewakilkan dua malaikat untuk memeliharanya dari fitnahku.”